Tersingkir Dengan Cara Menyakitkan Dari Liga Champions

Tersingkir Dengan Cara Menyakitkan Dari Liga Champions

Tersingkir Dengan Cara Menyakitkan Dari Liga Champions

Napoli mungkin tidak habis pikir dengan kiprah mereka di Liga Champions musim ini. Dengan skuad yang lebih mumpuni dan sosok pelatih dengan pengalaman menjuarai Liga Champions, mereka terpaksa gagal dari fase grup dengan cara yang menyakitkan. Hal ini membuat mereka merasa tidak berdaya dan marah. Dari enam laga sepanjang fase grup, Napoli sukses mengumpulkan 12 poin. Jumlah ini sama dengan jumlah poin yang dikumpulkan oleh Borussia Dortmund dan Arsenal. Tapi karena kalah dari segi head-to-head dan juga adanya selisih dua gol dari Dortmund dan Arsenal, Napoli mengubur impian mereka melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim ini. Di laga terakhir atau matchday keenam, Napoli sukses menaklukan Arsenal dengan skor 2-0. Tapi kemenangan ini tidak ada artinya karena ditempat lain Borussia Dortmund juga meraih kemenangan atas Olympique Marseille dengan skor 2-1.

Jose Callejon yang mencetak gol terakhir di masa injury time ke gawang Arsenal mengakui jika Napoli musim ini tergabung bersama grup yang sangat sulit oleh karena itu di laga terakhir mereka wajib menang dan berharap Marseille bisa mengalahkan atau mengimbangi Borussia Dortmund tapi hal ini tidak terjadi. Mantan pemain Real Madrid ini mengaku sangat kecewa setelah mengetahui saat laga Dortmund kontra Marseille sepertinya akan berakhir dengan skor 1-1, Dortmund ternyata sukses menjaringkan satu gol tambahan menjelang laga usai. Tapi walaupun merasa marah dan kecewa, Napoli keluar dari lapangan dengan kebanggan dan kepala tegak. Callejon menyebut salah satu kekecewaan mereka adalah saat di grup lain ada tim yang sukses lolos ke fase selanjutnya dengan jumlah enam atau delapan poin, tapi 12 poin yang Napoli kumpulkan tidak bisa membawa mereka lolos.

Setelah kegagalan di ajang Liga Champions, maka Napoli sudah harus membagi konsentrasi mereka karena masiha ada tiga kompetisi yang bisa mereka kejar yakni Seri A, Copa Italia dan Liga Europa. Napoli wajib optimis karena kans mereka di tiga ajang ini sangat terbuka dan para pemain juga haus gelar. Sang juru taktik Napoli, Rafael Benitez mengatakan kegagalan pahit ini akan memberikan banyak pelajaran berharga untuk para pemainnya. Benitez sendiri mengklaim jika musim ini adalah awal dari proyek pembangunan Napoli untuk menjadi tim yang lebih kuat dan tidak mengharapkan timnya mampu memenangi semua gelar di musim perdana.