sbobet mobile, sbobet wap Sbobetjudi online sbobet Maxbet Casino online

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Kehidupan yang damai tentu sangat diinginkan oleh banyak orang. Apalagi di dunia sepak bola. Persaingan yang sehat dan juga mendukung dengan cara yang damai, tentu menjadi hal yang sangat diinginkan di dunia ini. Sepakbola sebagai salah satu olahraga yang cukup popular sendiri tentu saja tidak diciptakan untuk membuat perselisihan. Dan jelas tidak pas jika ada perselisihan di dunia sepak bola tersebut. Dan Tragedi di Istanbul pada tanggal 5 April 2000 menjadi momen yang cukup kelam dan juga mengingatkan betapa pentingnya perdamaian di dunia sepakbola tersebut. Fanatisme dalam dunia sepak bola sendiri justru mencoreng keindahan dari sepakbola tersebut dengan sebua tindakan yang konyol dan bodoh.

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Salah satunya adalah tragedi menjelang laga antara Galatasaray vs. Leeds United Peter Ridsdale sendiri mengatakan ini adalah sebuah tragedy. Ketika itu Ridsdale sedang berbincang dengan direktur Galatasaray guna mempromosikan ke 2 klub ke arah yang lebih baik. Namun ia mendapat sebuah telepon yang mengatakan bahwa ada seorang fan yang terbunuh. Ia langsung mengunjungi Taksim Hospital di mana Christopher Loftus sendiri berada di sama. Sebelum laga di Istanbul yang akan menggelar laga antara Galatasaray dan Leeds United, memang terjadi insiden yang berdarah. Dikabarkan fans Leeds mengejek fans dari Galatasaray. Alhasil bentrok sendiri tidak terhindarkan.

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Terdapat 2 orang tewas yaitu Christopher Loftus dan Kevin Speight yang merupakan fans Leeds. Stasiun televisi di Turki sendiri juga meliput langsung tragedy di Taksim Square tersebut.. Terdapat rekaman dimana supporter Leeds United dikawal oleh polisi dan melihat beberapa fans Turki yang berteriak kea rah fans Leeds. Dan akhirnya memakan 2 korban. Laga di leg pertama babak semi final Piala UEFA tersebut tetap digelar dan mengheningkan cipta sebelum laga dimulai dilakukan oleh para pemain dan juga fans Leeds. Sementara ban lengan hitam juga digunakan di jersey kedua klub.

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Tragedi ini sendiri tidak mengurangi atmosfer intimidatif yang dilakukan di Ali Sami Yen Stadium dimana fans tuan rumah mencemooh pengumuman yang memberitahu insiden berdarah tersebut. Polisi sendiri mencekal aksi dengan melakukan penarikan banner bertuliskan “Welcome to Hell”. Usai tragedy tersebut atau selang sehari, berbagai macam bunga, syal, pakaian, dan juga penghormatan langsung digelar di Elland Road. Bahkan patung mantan kapten Billy Bremner sendiri juga diberi ban lengan hitam. Leeds United membangun satu monumen di Elland Road guna mengingat mereka yang tewas di dalam tragedy tersebut. Bahkan laga melawan Arsenal juga dilakukan penghormatan pula.

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Di 4 sudut Elland Road, para pemain Arsenal melakukan aksi dengan memberikan bunga dan mengheningkan cipta. Di leg ke 2 UEFA melakukan tindakan tegas. Mereka melarang fans Galatasaray hadir di Leeds. Apalagi Leeds tidak menjamin keamanan dari para fans Galatasaray tersebut. Galatasaray sendiri meminta laga digelar di tempat netral. Namun UEFA menolak. Presiden Galatasaray murka mendengar pengumuman FIFA tersebut. Namun Ridsdale jelas lebih murka melihat tanggapan dari Galatasaray tersebut.

Mengenang Tragedi Istambul 5 April 2000 – Ridsdale sendiri mengatakan bahwa kejadian di Turki tersebut merupakan malam terkelam di dunia sepakbola. Bentrok yang memakan korban jiwa tidak seharusnya ada di dalam dunia sepak bola. Hal ini tentu saja menjadi pengingat bagi para penggiat dunia sepakbola agar bisa melakukan fanatisme dengan wajar. Dan tentu saja membuat sepak bola tetap damai.