Konspirasi Anti Inter Milan

Konspirasi Anti Inter Milan

Konspirasi Anti Inter Milan

Pemberian penalti biasanya akan menjadi bias dalam satu pertandingan jika biasanya menguntungkan tim tuan rumah atau tim besar. Pada musim ini sekali lagi diskusi mengenai siapa yang paling diuntungkan karena adanya tendangan penalti yang diberikan sekali lagi mengemuka. Hal ini terjadi karena memang dalam sebuah pertandingan secara khusus dan liga secara umum terdapat tim yang secara tradisional menjadi preferensi kesukaan wasit. Contohnya selama bertahun Manchester United selalu diidentikkan dengan wasit Howard Webb karena kerap kali diuntungkan jika Webb memimpin. Di Serie A bahkan wasit macam Pierluigi Collina yang terkenal tegas dan tidak kenal kompromi bahkan ternyata mempunyai sebuah tim yang paling sering diuntungkan yakni, siapa lagi kalau bukan, Si Nyonya Tua, Juventus.

“Bagaimana mungkin kami tidak mempertanyakan para korps wasit di Italia karena keputusan mereka sepertinya tidak menginginkan kami menjadi juara Liga Italia Serie A atau minimal tidak ikut kompetisi Eropa? Karena mereka belum pernah sama sekali mendapatkan sebuah hadiah tendangan penalti sejauh ini pada musim ini. Dan ini adalah sesuatu yang amat sangat tidak normal. Bagaimana bisa tim yang sudah bertanding sampai 19 kali pertandingan bahkan kalau dihitung dengan Coppa Italia lebih dari pada itu tidak pernah mendapatkan sebiji penalti pun? Saya berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang tidak biasa tentu saja.”

Itu adalah pernyataan dari penyerang Inter Milan, Diego Milto, setelah La Beneamata harus menyerah kalah 0-1 dari Lazio pada pertandingan lanjutan di Serie A. Milito berpikir bahwa pasti ada teori konspirasi di sini. Ada sebuah persengkokolan yang ingin melihat Inter menderita. Teori konspirasi seperti itu memang bukan hal yang baru di Italia. Tentu saja tidak akan pernah hilang di ingatan bahwa Italia pernah mendapat skandal paling memalukan dalam sejarah sepak bola mereka yakni kasus Calciopoli alias skandal suap dan pengaturan skor pada tahun 2006. Tapi, karena hal tersebut pernah terjadi bukan berarti kemudian hal itu akan terus terjadi.

Apalagi kemudian mengatakan wasit melakukan keputusan yang mungkin saja salah bagi satu pihak tapi bagi pihak lain wasit adalah benar. Namun bagaimana pun, apakah kemudian statistik mendukung klaim Milito? Inter memang berada pada titik yang tidak biasa karena sebagai tim tradisional dan besar di Italia sejauh ini selama musim 2013-2014 sudah berjalan separuhnya, tidak mendapatkan satu pun penalti. Namun mereka tidak sendirian dalam catatan statistik Italia. Ada Parma, Atalanta dan Chievo yang juga belum mendapatkan satu pun hadiah penalti sejauh ini pada musim ini. Bahkan Sassuolo yang menjadi tim berperingkat paling buncit dan selalu hampir pasti menjadi lumbung gol bagi tim papan atas pernah mendapatkan empat hadiah penalti. Jadi ada lagi konspirasi anti Internazionale?