Jose Mourinho Ingin Hadapi Galatasaray

Jose Mourinho Ingin Hadapi Galatasaray

Jose Mourinho Ingin Hadapi Galatasaray

Setelah berhasil membawa Chelsea lolos sebagai juara grup E Liga Champions Jose Mourinho ingin sekali menghadapi Galatasaray di babak 16 besar. Tidak lain karena di klub tersebut terdapat mantan anak asuhnya Didier Drogba dan sekaligus ingin bereuni dengannya. Drogba, yang kini berlabuh di klub raksasa Turki, mengalahkan Juventus dengan skor tipis 1-0, berkat gol tunggal Wesley Sneijder, yang membuat mereka juga lolos dari fase Grup B mendampingi Real Madrid. “Saya pikir ia berhak untuk datang kembali ke Stamford Bridge,” tutur Mourinho, dalam sebuah konferensi pers, ketika ia pertama kali merekrut Drogba pada 2004 dan menjadi penentu kemenangan Chelsea ketika mengangkat gelar Eropa pada 2012. “Mungkin ia juga berhak untuk menerima sambutan yang hangat dibandingkan saya, karena ia memang berhak mendapatkan hal itu ketimbang saya. Bahkan saya yakin ia bakal mendapatkan perlakuan yang baik dari pendukung ketika sedang berlaga di sini dan seperti saya pertama kali melawan Hull City, namun untuk Didier Drogba mungkin dua atau tiga kali lebih besar lebih baik. “Saya tahu apa yang telah saya rasakan. Saya pikir ia berhak untuk menerima sambutan hangat. Oleh karena itu saya lebih memilih bertemu dengan Galatasaray dan tahu hal ini tidak akan mudah. Bahkan sulit. Namun saya ingin melihat Didier kembali kesini dan merasakan apa yang saya rasakan.”

Mourinho menegaskan bahwa menjuarai Grup E bukan salah satu pokok utama baginya, sebagaimana calon lawan yang berada di peringkat kedua secara keseluruhan sama-sama menyulitkan. “Saya pikir terdapat beberapa tim yang patut diwaspadai di babak kedua,” ungkap Mourinho. “Tentu kami mengamati setiap tim yang menjuarai grup dan anda melihat sejumlah kandidat yang bisa memenangkan turnamen, bahkan favorit untuk menjuarainya. Tetapi di posisi kedua, tidak ada yang mudah. “Bahkan saya mencatat yang menempati peringkat kedua merupakan jawara dari masing-masing negara, terdapat juara Rusia, jawara Yunani dan kemudian tim papan atas Leverkusen, yang selalu menyulitkan bila dihadapi. Turki? Tentu saja ada ‘Raja’ Drogba dan siapa lagi? Milan adalah Milan, mereka telah menjuarai turnamen ini tujuh kali dan tidak akan pernah dibuat mudah bila menghadapi mereka.”

Chelsea mungkin boleh saja sukses menang 1-0 atas Steaua berkat gol semata wayang Demba Ba, namun hal itu diperoleh dengan susah payah dan juga merupakan langkah The Blues di musim ini di kompetisi Liga Champions. Mourinho menegaskan bahwa ia masih mengamati antara keberhasilan Schalke dan Basel, yang merupakan salah satu pengganjal utama di fase grup. “Ini bukanlah performa yang menakjubkan. Hanya saja penampilan yang cukup nyaman. Sudah cukup bagi saya,” tutur Mourinho. “Di waktu yang bersamaan, khususnya paruh kedua, kami tahu Schalke yang memenangkan pertandingan 2-0, sehingga kami tahu situasi sepenuhnya berada di tangan kami walau hanya selisih dua poin saja, tetapi kami tidak ingin tampil main-main dan tetap mengendalikan jalannya serangan.” Mourinho juga tidak ingin kehadiran keduanya di Stamford Bridge mengundang harapan yang terlalu berlebihan, karena ia menyadari kekuatan tim lawan pada musim ini juga jauh cukup berat bila melihat peta persaingan. “Saya pikir seluruh tim saat ini berada dalam kondisi yang baik untuk memenangkan turnamen, setidaknya menjadi salah satu yang difavoritkan,” tutup pelatih berkebangasan Portugal.