sbobet mobile, sbobet wap Sbobetjudi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Bola Review Inter 2012-13

Review Inter 2012-13

Review Inter 2012-13

Agen Bola – Musim Internazionale dimulai dengan harapan dan ekspektasi tinggi dari para fans. Andrea Stramaccioni telah membawa Nerazzurri ke peringkat yang bagus musim sebelumnya dan klub itu telah menambah pemain-pemain baru yang bagus ke dalam skuadnya. Harapan waktu itu adalah sang pelatih muda, dijuluki “Mourinho berikutnya” bisa membawa Inter masuk tiga besar dan membawa sepakbola yang seru ke Stadion Giuseppe Meazza.

Hasil-hasil awal di Meazza tidak menjanjikan, seri 2-2 melawan Vaslui di Europa League diikuti kekalahan 2-0 di kandang dari Siena. Stramaccioni bisa saja menyalahkan jadwal baru Inter yang bermain tiap Sabtu malam dan Minggu, namun masalah utamanya tampaknya terletak di taktik sang pelatih. Menurunkan formasi 4-3-2-1, pertahanan Inter terbuka lebar dan kurangnya kecepatan Andrea Ranocchia dieksploitasi dengan baik oleh lini depan Atalanta. Stramaccioni seharusnya melakukan perubahan. Tidak butuh waktu lama bagi pelatih Italia itu memperbaiki metodenya dan di pertandingan berikutnya melawan Chievo Verona Stramaccioni menggunakan 3-5-1-1, dengan Ranocchia ditemani wing-back yang cepat dan Inter mengandalkan serangan balik.

Perubahan itu terbukti bijaksana, dengan Inter meraih kemenangan perdana sebagai awal dari 10 kemenangan berturut-turut, diwarnai kemenangan 3-1 away atas Juventus. Hasil yang kebetulan, mengakhiri 49 laga tak terkalahkan Juventus di Serie A, dan kekalahan pertama di stadion baru mereka. Itu merupakan titik puncak dari musim menyedihkan Inter. Beneamata kembali jatuh ke bumi dengan kekalahan 2-3 di kandang Atalanta Bergamo. Meski melakukan 17 tendangan dan bermain melawan sepuluh orang saja, Inter tertinggal 1-3 setelah 71 menit dan setelahnya roda Inter kembali di bawah. Nerazzurri hanya berhasil finish di posisi kesembilan di Serie A, peringkat terendah di liga sejak Massimo Moratti mengambil alih kepemilikan klub. Dalam 38 laga Serie A Inter menang 16 kali, seri enam kali, dan kalah 16 kali. Sekarang bila juga diperhitungkan dari semua kompetisi, Inter menang 26 kali, seri 9 kali, dan kalah 21 kali dari 56 laga.

Statistik itu menjadi tanda bahaya dari performa Inter saat dibesut Stramaccioni. Namun apakah dia satu-satunya yang harus disalahkan? Menjelang akhir musim ultras Inter memasang spanduk yang mempertanyakan kepemimpinan presiden klub Massimo Moratti. Mereka mengungkit keputusan-keputusan yang dibuat Moratti beberapa tahun terakhir, termasuk ambisinya, pernyataannya ke media, dan arah Inter di bawah kepemimpinannya. Moratti menjawab bahwa dia mengakui hak fans untuk mempertanyakan petinggi Inter, namun mereka juga harus mengakui bahwa semua pihak punya tujuan yang sama, yaitu membawa Inter kembali jadi klub papan atas. Agen Bola