sbobet mobile, sbobet wap Sbobetjudi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Bola Maradona Sang Dewa

Maradona Sang Dewa

Maradona Sang Dewa

Agen Bola – Di sebuah pertandingan divisi satu Liga Argentina tahun 1972, jeda istirahat babak pertama, seorang ball boy memungut bola yang masih berada di lapangan. Karena saking banyaknya bola yang dia bawa, bola-bola tersebut berjatuhan. Tak pelak dia pun harus berlari mengejar bola-bola tersebut. Apa yang terjadi kemudian membuat semua penonton yang hadir pada saat itu tercengang, justru dengan kakinya bola-bola itu seolah tidak mau pergi dari diri bocah tersebut. Para penonton tentu saja bertanya, “Siapa gerangan ball boy tersebut ?”

Hingga sang bos dari ball boy tersebut berseru, “Hei, Maradona, jangan terlalu lama bermain segera pungut dan bersihkan saja bola-bola itu.” Para penonton hanya bergumam dan ada yang berujar pelan, ”Sepertinya bocah pemungut bola tersebut akan membawa Argentina juara Piala Dunia.” Sebuah ujaran pelan yang menjadi kenyataan 14 tahun kemudian. Nama lengkap anak gawang tersebut adalah Diego Armando Maradona, seorang legenda hidup sepak bola asal Argentina. Seorang dewa bagi pemuja setianya baik di Argentina, Napoli maupun Barcelona. Jalan dewa Maradona awalnya tidaklah mulus apalagi dengan melihat fisiknya yang kecil nan pendek untuk rata-rata orang dewasa Argentina. Dilahirkan di keluarga miskin pada tanggal 30 Oktober 1960, di Poliklinik Negeri Evita, Maradona merupakan anak keempat dari pasangan keturunan campuran Argentina-Spanyol-Italia.

Maradona kemudian berkeliling Argentina untuk mengasah talentanya. Argentinos Juniors menjadi pelabuhan profesional pertamanya sebelum mengarungi kerasnya sepak bola Eropa. Namun Maradona memutuskan untuk setahun lagi di Argentina dengan sebuah klub besar yang bisa membuatnya juara yakni Boca Juniors. Impiannya untuk menjadi juara menjadi kenyataan setelah hanya dalam waktu semusim mengantarkan Boca Juniors menjadi juara Liga Argentina pada tahun 1982. Selepas Piala Dunia 1982 banyak yang mengincar Maradona. Walaupun Argentina pada Piala Dunia kali itu belum mendapat juara, sosok Maradona memincut hati para pemandu bakat Eropa yang mengamatinya sejak pertandingan pertama Argentina. Sheffield United yang saat itu masih menjadi klub kuat di Liga Inggris amat serius meminatinya sayang mereka tidak mampu membeli Maradona. Adalah Barcelona yang akhirnya bisa membeli Maradona dan memecahkan rekor transfer pada saat itu dengan nilai 7,6 juta dollar.

Tetapi di Barcelona, Maradona mengalami masa-masa sulitnya yang pertama karena dia mengalami banyak penyakit dari mulai hepatitis sampai cedera yang berkepanjangan akibat sering dihajar pemain belakang lawan. Belum lagi Maradona sering bertengkar dengan Presiden Klub Barcelona saat itu; Josep Luiz Nunez. Akhirnya, Maradona dijual ke Napoli dan sekali lagi memecahkan rekor transfer dengan nilai hampir mencapai 11 juta dollar AS. Di Napoli, inilah masa kejayaan Maradona. Sendirian dia mengantarkan Napoli juara Liga Italia Serie A pada tahun 1987 setahun setelah dia mengantarkan Argentina untuk kedua kalinya menjadi juara Piala Dunia. Semua tentu tahu bagaimana aksi Maradona ketika melawan Inggris. Dia menunjukan dua sisi. Sisi dewanya dan sisi setannya. Awal dekade 90-an adalah masa tersulit kedua Maradona ketika harus melawan ketergantungannya pada Narkoba. Selama 10 tahun dia berjuang dan kini sudah sembuh bahkan pada Piala Dunia kemarin tahun 2010 Maradona menjadi pelatih Argentina. Maradona ternyata masih dipuja karena biar bagaimanapun sisi baiknya lebih banyak. Agen Bola