sbobet mobile, sbobet wap Sbobetjudi online sbobet Maxbet Casino online

Agen Bola Kehilangan Pat Rice Bagi Arsenal

Kehilangan Pat Rice Bagi Arsenal

Kehilangan Pat Rice Bagi Arsenal

Agen Bola – Dua musim lalu, di West Bromwich, tepat saat peluit akhir dibunyikan, saat itu juga tirai kebesaran 44 tahun antara Pat Rice dan Arsenal Football Club berakhir.

Patrick James Rice, Seorang pemain, kapten, dan pelatih – pria asal Irlandia Utara merupakan figure yang sangat cocok dengan Arsenal. Dia memainkan 528 pertandingan bagi klub asal London tersebut. Dia merupakan bagian dari skuad yang meraih gelar ganda tahu 1971 dan tampil lebih impresif dari kesuksesan domestic di FA Cup tahun 1979. Hatinya berwarna merah, dan nadinya berwarna putih. Arsenal begitu lekat dengan dirinya, hingga mantan striker Arsenal, Paul Merson mengatakan : “mereka mengatakan jika Tony Adams adalah Mr. Arsenal, tapi bagi saya orang itu adalah Pat. Istilah legenda kini seperti dijual murah, tapi Pat adalah seorang legenda yang sejati. Pria sejati yang hanya memiliki satu klub di hatinya.”

Tentu saja, berapapun keraguan yang dihembuskan orang-orang padanya, kini telah lenyap. Pat telah memberi arti baru pada loyaltas, dia menghabiskan hampir setengah abad bersama satu tim – padahal pemain jaman sekarang kesulitan untuk bertahan dalam satu tim dalam satu setengah musim. Kemunduran Arsenal, Puasa gelar dalam hampir satu dekade, tagihan gaji sebesar 143 juta pounds, dan kalah saat melawan tim League Two Bradford City – yang memiliki 65 peringkat dibawah Arsenal – kini the gunners mengalami krisis. Krisis ini sampai pada titik yang telah diketahui oleh public, dan diulang sebanyak mungkin serta menimbulkan perasaan geram bagi siapa saja yang terlibat dengan Arsenal.

Masalahnya begitu mengakar. Masalah yang timbul telah melampaui buku panduan sukses yang telah diwariskan turun temurun oleh legenda Arsenal di masa lalu. Masalah Arsenal di era kontemporer adalah terkait dengan Dewan Direksi klub. Terjadi perubahan mentalitas disana. Reduksi dari semangat awal berdirinya Arsenal. Sebuah hal yang lumrah terjadi di era sepakbola modern namun membawa dampak yang tak baik bagi Arsenal. Dalam periode inilah pertama kalinya Arsene Wenger digoyang, dia dituntut oleh fans Arsenal harus dilengserkan dalam misi revolusi untuk menyelamatkan klub. Orang Perancis itu telah dikuak kesalahannya, dan dia tak memiliki alasan lagi untuk bersembunyi atau memakai topeng untuk menutupi kemunduran Arsenal hampir satu dekade. Dalam pencarian gelar selama dua puluh tahun lebih, inilah untuk pertama kalinya Le Professeur mengalami guncangan pada kursi empuk yang selama ini dia duduki dengan tenang. Wenger Makin Melemah, Timbul perasaan diantara fans Arsenal bahwa manajer mereka sudah kehilangan pengaruh yang dulu dia miliki.

Pria yang dulu setia berada disampingnya selama 16 tahun telah meninggalkannya, dan sekarang dia sendiri menghadapi musim baru tanpa rekan setara dengan Pat Rice. Steve Bould dan seniornya tak menunjukkan indikasi bahwa mereka adalah orang yang memiliki hubungan yang sama dengan yang dibangun oleh Wenger – Rice. Saat kita melihat bench Arsenal musim lalu, terlihat jelas bagaimana hubungan antara kedua orang tersebut. Wenger dan pendampingnya tersebut pasif, tak berbicara satu sama lain, dan bersama-sama hanya melihat kejatuhan demi kejatuhan yang dialami Arsenal di awal musim. Terlihat emosi yang tak menunjukkan semangat antara satu sama lain. Wenger butuh pengganti Rice yang sepadan dan bisa menemukan chemistry sebaik mantan rekannya tersebut. Kehadiran Pat Rice yang selalu memakai tracksuit, pasti akan berteriak keras di pinggir lapangan bila melihat pemain yang tampil dibawah performanya. Dia adalah sisi keras dari Arsenal, sedangkan Wenger adalah sisi tenang. Keduanya memiliki karakter yang saling melengkapi. Agen Bola